Bukan Sekedar Festival Musik, Coachella Adalah Pekan Fashion Dunia

Minggu. 26 april 2026, 10.00 WIB 

Foto: Suasana Coachella, vengga-store.com 

TujuNews- Di Coachella, musik adalah alasan utama orang berbondong-bondong datang, tetapi fashion tidak kalah menarik bagi mereka yang datang ke Coachella. Festival ini bukan sekedar pesta musik tahunan tetapi Coachella telah berkembang lebih dari festival musik melainkan telah menjadi ajang fashion yang diikuti oleh semua orang. Di bawah Terik matahari indio, California, tempat ini telah berubah menjadi awal mula tren paling berpengaruh di dunia. Dimana setiap sudut festival berfungsi sebagai runway tanpa batas bagi para selebriti, influencer, dan pengunjung dari seluruh dunia. 

Selain artis-artis papan atas yang disuguhkan diatas panggung megah Coachella, gaya busana yang iconic selalu menjadi pusat perhatian utama. Seperti yang kita lihat lonjakan pencarian tentang ide pakaian coachella yang meningkat 465% dari tahun ke tahun dan pencarian tentang pakaian Coachella 2016 meningkat 740% dari tahun ke tahun membuktikan bahwa penggemar festival sudah merencanakan outfit apa yang akan mereka pakai untuk datang ke festival Coachella. Jika dulu coacella identik dengan mahkota bunga dan rumbai-rumbai denim, kini kita melihat banyaknya outfit boho chic, y2k, streetwear, hip-hop, R&B.  

Persiapan untuk menghadiri festival Coachella dimuai berminggu-minggu sebelum acara festival dimulai. Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap 18.000 pengguna aplikasi shein, ditemukan fakta menarik bahwa 58% pengunjung berencana mengguakan dua atau lebih pakaian per hari. Fenomena ini didorong oleh keinginan kuat untuk tampil berbeda di media sosial tanpa terlihat menggunakan pakaian yang monoton. 

Dibalik outfit yang all out terdapat penggerak psikologis yang sangat kuat yaitu FOMO (fear of missing out). Karena Coachella bukan lagi sekedar acara yang kita kunjungi, melainkan momen yang harus disaksikan dan diabadikan melalui sosial media. Bagi generasi z dan milenial, tidak hadir di Coachella sering kali terasa seperti tertinggal dari budaya global. Ketakutan akan ketinggalan momen ini menciptakan tekanan untuk tidak hanya hadir, tetapi juga tampil paling menonjol. Karena fomo mendorong orang untuk berlomba-lomba menampilkan yang terbaik.  

Dampaknya, industry fast fashion menjadi pilihan utama bagi para pengunjung untuk mendapatkan gaya yang mencolok dalam jangka waktu singkat. Namun, tren ini membawa tantangan besar mengenai keberlanjutan, mengingat pakaian-pakaian ini sering kali hanya dikenakan sekali seumur hidup demi satu unggahan di indstagram dan tik-tok. Namun secara ekonomi perilaku konsumen ini sangat signifikan. Seperti yang kita lihat gen z menyumbang sekitar 17% dari total pengeluaran pembeli global sebesar 57,6 triliun us dollar pada tahun2024.  

Dengan menjadikan Coachella sebagai target pemasaran brand fashion merupakan peluang pemasaran yang sempurna. Daya tariknya pun semakin besar bagi merek-merek besar seperti Guess, Rivian, Soho House, dan 818 Tequila milik Kendall Jenner yang ingin memanfaatkan Coachella sebagai corong pemasaran. 

Selain boho chic, Coachella juga memegang kendali atas berbagai gaya lain yag kini menguasai pasar. Tren seperti freestyle fits membawa Kembali streerwear, y2k dengan sentuhan hip-hop dan R&B. penggunaan jersey vintage, camo shorts, rantai emas tebal dan anting berlian menjadi barang yang saat ini Kembali dicari di toko-toko perhiasan. 

Tren fashion tidak lepas dari pengaruh para ikon yang pernah datang dan menyaksikan festival Coachella seperti Lindsay lohan, gigi Hadid, kendall, kyle jenner. Keberhasilan tren fashion ini juga didorong oleh performa merek-merek fashion yang mempunyai starategi bagus sehingga bisa membaca tren apa yang akan booming. Kehadiran merek-merek besar membuktikan bahwa dari kembalinya gaya boho chic hingga streetwear, Coachella adalah pemegang kendali utama atas apa yang akan kita pilih dan pakai. 

Pada akhirnya, coachella bukan lagi sekedar festival musik biasa tetapi juga ajang tren fashion dimulai. Meskipun tren akan terus berputar, satu hal yang tetap sama yaitu dimana keinginan untuk berusaha menjadi lebih baik dan iconic. Merek-merek brand global munkin menyediakan pakaiannya, dan para selebritas yang memulai trennya, namun para pengunjung yang menghidupkan suasana festival. Dari Coachella kitab isa melihat fashion adalah bahas universal yang paling jujur untuk mengekpresikan kebebasan. Coachella bukan hanya tentang apa yang kita dengar, tapi tentang bagaimana kita memilih untuk dilihat oleh dunia. 



Penulis: Dominica Nelia May Huler 

#Coachella #Fashion #Tren #Fomo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNAIR Satukan Kepedulian!! Bukan Cuma Mahasiswa, Warga Surabaya Ikut Aksi Donor Darah di Kampus B

Viral! Pasar Malem Tjap Toendjoengan 2026, Destinasi 'Hidden Gem' Wisata Malam Surabaya yang Wajib Dikunjungi

Ruang Aman yang Runtuh, Mengupas Kasus Grup Chat Mahasiswa FH UI