Gotong Royong di Balik 525 Paket Daging Qurban Perumnas Pondok Kencana
Gotong Royong di Balik 525 Paket Daging Qurban Perumnas
Pondok Kencana
NGANJUK –
Sejak pukul enam pagi, halaman Masjid Baitul Muttaqim di Perumnas Pondok
Kencana, Kelurahan Werungotok, Nganjuk, Jawa Timur, sudah riuh. Suara takbir
yang lamat-lamat terdengar dari pengeras suara berkelindan dengan deru pisau
yang diasah dan riuh rendah koordinasi antarwarga.
Bagi warga Perumnas Pondok Kencana, Idul Adha bukan sekadar ritus keagamaan
tahunan, melainkan momen krusial untuk menguji kembali sejauh mana urat nadi
gotong royong di lingkungan mereka masih berdenyut.
Tahun ini, manifestasi kepedulian sosial itu mengumpulkan 34 ekor hewan
qurban, yang terdiri dari 3 ekor sapi dan 31 ekor kambing. Jumlah
yang terbilang masif untuk ukuran satu lingkungan perumahan.
Manajemen Daging Qurban: Menghitung Berkah secara Presisi
Salah satu tantangan terbesar dalam setiap perayaan Idul Adha adalah
manajemen distribusi agar tepat sasaran dan minim konflik. Panitia Masjid
Baitul Muttaqim tampaknya paham betul akan risiko tersebut. Sejak jauh hari,
pendataan berbasis zonasi telah dilakukan.
Dari hasil cacahan hewan qurban yang disembelih, panitia berhasil mengemas
total 525 paket daging. Menariknya, panitia menerapkan prinsip
transparansi dalam pembagian kuota, memisahkan hak warga dengan alokasi
apresiasi bagi mereka yang meluangkan waktu dan tenaga untuk mengurus hewan
qurban sejak subuh.
Berikut adalah rincian distribusi paket daging qurban Masjid Baitul
Muttaqim:
- Aparatur & Panitia Terkait: 118 paket (sebagai kompensasi atas kerja fisik dari
penyembelihan hingga pembersihan area).
- Warga Penerima (Mustahik & Lingkungan): 407 paket.
- Total Alokasi: 525 paket.
Pembagian dilakukan dengan sistem pengantaran rumah ke rumah berjadwal guna menghindari antrean
mengular akibat penggunaan kupon yang kerap menjadi catatan minor dalam pembagian daging qurban pada tahun-tahun sebelumnya.
"Semua Bergerak karena Sukarela"
Ditemui di sela-sela kesibukannya memantau penimbangan daging, Pak Pri,
salah satu representasi Panitia Idul Qurban Masjid Baitul Muttaqim, tidak bisa
menyembunyikan rasa syukurnya. Bagi Pri, kelancaran acara ini adalah buah dari
kepercayaan (trust) yang dirawat antara warga dan pengurus masjid.
"Alhamdulillah, proses dari penyembelihan hingga distribusi berjalan
dengan aman dan lancar. Kami sangat berterima kasih kepada para mudhohi
(pekurban) yang telah mempercayakan hewan qurban-nya kepada kami," kata
Pak Pri kepada tim TujuhNews.
Ia juga menggarisbawahi bahwa kunci dari suksesnya acara ini adalah
kerelaan warga untuk menanggalkan ego dan bekerja bersama.
"Terima kasih juga untuk kekompakan seluruh panitia dan warga Perumnas
Pondok Kencana yang sejak pagi buta sudah bahu membahu. Semua bergerak
karena sukarela," tambahnya.
Saat matahari tepat berada di atas kepala, aktivitas di Masjid Baitul
Muttaqim perlahan surut. Area penyembelihan mulai dibersihkan kembali seperti
semula. Ibu-ibu juga turut mengolah daging qurban untuk lauk makan siang panitia. aroma masakan gule mulai
tercium—sebuah penanda bahwa hari itu, sekat-sekat sosial di
Werungotok mencair bersama setiap potong daging yang dibagikan.
Komentar
Posting Komentar