Rayakan Hari Jadi Surabaya, Food Junction Grand Pakuwon Jadi Pilihan Utama Warga untuk Berkumpul Bersama Keluarga

Ribuan warga memadati area festival di Grand Pakuwon, Tandes, Surabaya Barat, Minggu (31/5/2026) malam. Puncak perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tersebut dipadati warga yang ingin menyaksikan pertunjukan budaya dan berburu kuliner.
(Foto: Dok. Pribadi / Stephanie Priscilla Evans)

SURABAYA, 31 Mei 2026 – Kemeriahan puncak perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 terasa begitu kental di kawasan Grand Pakuwon, Tandes, Surabaya Barat, Minggu (31/5) malam. Ribuan warga tumpah ruah memadati area festival untuk menikmati beragam pameran seni, kuliner, dan hiburan yang disajikan khusus menyambut hari lahir Kota Pahlawan.

​Sejak petang, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Meski area dipadati lautan manusia, hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk datang berbondong-bondong guna menciptakan momen kebersamaan dengan orang-orang tercinta.

Seorang penari mementaskan tarian di atas panggung yang diterangi lampu warna-warni dalam festival Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di kawasan Grand Pakuwon, Tandes, Surabaya Barat, Minggu (31/5/2026) malam. Pertunjukan seni dan budaya ini menjadi salah satu daya tarik utama ribuan warga yang hadir untuk merayakan ulang tahun Kota Surabaya bersama keluarga. (Foto: Dok. Pribadi / Stephanie Priscilla Evans)

​Salah satu pengunjung, Yohanes Eko Prasetyo (47), seorang pegawai swasta asal Nganjuk, mengungkapkan bahwa ia sengaja meluangkan waktu di tengah kesibukannya demi bisa memboyong keluarga kecilnya ke festival ini.

​"Iya, saya memang sengaja ke sini untuk menonton pertunjukan Reog dan kembang api bersama keluarga," ujar Yohanes saat ditemui di sela-sela kepadatan pengunjung di Grand Pakuwon.

​Bagi Yohanes, berdesakan di tengah ribuan pengunjung bukan menjadi masalah berarti. Baginya, esensi dari festival pesta rakyat ini adalah kebersamaan yang dihadirkan saat menikmati acara.

​"Momen ngumpulnya itu yang bikin spesial. Ketika kita bisa duduk santai nonton pertunjukannya sambil makan snack bareng anak dan istri," tambahnya hangat.

​Di akhir perbincangan, Yohanes pun menaruh asa dan doa terbaik untuk kota tempatnya beraktivitas saat ini di usianya yang baru. "Semoga Surabaya semakin maju, semakin positif, dan dijauhkan dari hal-hal yang buruk," pungkasnya.

​Puncak keramaian malam ini didominasi oleh riuh tepuk tangan penonton pertunjukan budaya serta kilauan pesta kembang api yang menghiasi langit Surabaya Barat. Festival di Grand Pakuwon ini sukses membuktikan diri bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan ruang temu hangat bagi warga untuk merayakan identitas kotanya bersama keluarga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNAIR Satukan Kepedulian!! Bukan Cuma Mahasiswa, Warga Surabaya Ikut Aksi Donor Darah di Kampus B

Viral! Pasar Malem Tjap Toendjoengan 2026, Destinasi 'Hidden Gem' Wisata Malam Surabaya yang Wajib Dikunjungi

Ruang Aman yang Runtuh, Mengupas Kasus Grup Chat Mahasiswa FH UI